Sunday, September 22, 2013

Prompt #27 Harum Melati di Malam Pertama

"Bang, bantuin Dewi mengepak baju-baju ya, badan Dewi sudah pegal-pegal. Tapi jangan asal, Dewi tidak mau baju-baju ini kusut." Dewi  masuk sambil membawa setumpuk pakaian yang sudah terlipat rapi.

Rumah orang tua Dewi saat ini sudah mulai sepi seteleh 4 hari lamanya ramai dengan hiruk pikuk sanak kerabat yang menghadiri acara pernikahannya. 

"Bang, apa mesti kita pindah hari ini? Kata Simbah rumah yang akan kita tempati auranya masih jelek, sudah lama kosong pula. Apa tidak menunggu Simbah membawa orang pintar dulu? Kalau nanti ada jin yang mengganggu bagaimana dong Bang?" kata Dewi dengan nada cemas.

"Aduh neng geulis, cintanya Abang, berdoalah sayang, supaya tidak ada hal-hal buruk. Lagian Abang mana tahan tidur di luar pisah sama istri Abang. Kamar di rumah ini cuma tiga, kapan dong malam pertama kita." Thoyib mengerling penuh godaan." Lagi pula rumah itu memang sudah kita bayar kontrakannya sejak sebulan lalu, malah sudah kita isi dengan sedikit perabot, supaya cocok buat kita berbulan madu."

"Aduh Abang ini genit sekali!" Dewi melempar bantal tepat ke muka suaminya sambil tersipu malu.

*******

"Thoyib,  mbok mengko telung dino maneh sing pindah, nunggu koncone Simbah. Kabare omahmu kae sok ana mambu wangi-wangi sing aneh nek wayah wengi," bujuk Simbah menahan keberangkatan cucu menantunya.

Thoyib menggelengkan kepala. "Mboten Mbah, nyuwun pandonganipun kemawon."

"Bang Thoyib sudah nggak tahan Mbah. Sudah hari keempat tapi belum juga bermalam pertama." Goda Ipang adik Dewi.

"Tapinya rumah itu kan masih angker…”


Insya Allah mboten mbah, mangke Thoyib ngaji rumiyin bakda Maghrib ngantos Isya,” potong Thoyib sambil tersenyum.

********

Malam merambat semakin larut, sunyi sepi, hanya desau angin menggoyangkan rumpun bambu yang terdengar bagai musik malam yang syahdu. Gelap gulita tak ada cahaya, PLN mati lagi.

“Bang…. cepetan dong cari lilin, Dewi serem nih!” Bulu kuduk Dewi mulai meremang.

“Iya sabar, Abang sedang mencari lilin!”  Terdengar beberapa kali deritan suara laci.

“Bang kenapa jadi bau melati begini… “

“Maaf  Wi, Abang lupa mengaji, “ sahut Thoyib lirih.

“Tuh kan Abang, seharusnya kita ikutin kata Simbah tadi. Malam pertamanya bisa nanti-nanti.” Dewi mulai terisak. Badannya mulai dingin, bulu kuduknya meremang.

Dipeluknya tubuh Dewi erat. Dua insan itu bersandar di tepi ranjang, hampir seluruh tubuh mereka ditutup dengan selimut. Panas, badan mulai berkeringat. Mulutnya bergerak-gerak mengucap doa tak putus-putusnya. Semerbak melati tetap tak mau hilang.  

Tiba-tiba hembusan angin malam kencang mengalir dari ventilasi jendela kamar menggoyang-nggoyang api lilin. Dua insan ini menjerit perlahan dan memejamkan matanya erat. Lilin mati.

******

Pagi menyapa, sinar matahari mulai menyeruak dari balik jendela. Dibadan lilin itu tertulis. Aromatherapy candle : Jasmine.

******

Translate bahasa Indonesia percakapan simbah dengan Thoyib

"Thoyib, 3 hari lagi saja pindahnya, menunggu teman Simbah. Kabarnya rumahmu suka tercium bau wewangian yang aneh kalo malam."

"Tidak Mbah, minta doanya saja."

"Insya Allah tidak, nanti Thoyib mengaji dahulu setelah Maghrib sampai dengan Isya."


Untuk Monday Flash Fiction

17 comments:

  1. weleh weleh rupanya yang dibakar itu aroma jasmine yah wkwkw, PLN stop mati lampu ahaha. keren

    IMAM SAFRULLAH

    ReplyDelete
  2. ternyata oh ternyata....:D

    tapi aku miris juga nih.....empat malam! Coba bayangkan. EM-PAT MA-LAM! *dengan gaya dramatis *lalu ngakak.

    ReplyDelete
  3. wakakaka, sempat tegang awalnya, ternyata oh ternyataaa xixixi
    Ngebayangin nahan malam pertama empat malam sodara-sodara ckck :p

    ReplyDelete
  4. iihh keren twist nya, ternyata aromaterapi melati, xiixix. mantap kalii ceritanyaaa ;)

    ReplyDelete
  5. mestinya laporan ke dahlan iskan yah..hihihi

    ReplyDelete
  6. lupa kalau habis nyalain lilin aroma therapi :D

    ReplyDelete
  7. ahahhaha asli ini paling ngakak deh top idenya :D

    ReplyDelete
  8. Ini siapa yang beli aromaterapi rasa melati cobaaaak... >____<

    ReplyDelete
  9. iya udah tahu dari awal pun itu pasti aroma beneran. tapi trus endingnya apa?

    ReplyDelete
  10. wahahaa... besok2 beli yang lavender ya mak. jadi ga kecium bau melati...

    ReplyDelete